Senin, 14 April 2014

Orang Asing

Aku takut, ada suara orang di luar kamarku. Tampaknya ada maling di rumah ini. Segera kuraih ponselku dan sms ayahku yang ada di kamar "Ayah, keluarlah dari kamar, ada orang lain di rumah ini, aku takut"
ayah membalas "Tenang saja putriku, akan ayah atasi"
akupun mendengar suara pintu kamar ayah terbuka. Aku buka pintu kamarku sedikit untuk mengintip. Kulihat ayah membawa pistol. Orang itu berpapasan dengan ayah, wajahnya tidak jelas.

"Hei siapa kamu?" tanya ayah, tapi orang itu diam saja. Ayah menembak ke arah kakinya. Orang itu berusaha menghindar dan lari. Ayah mengejarnya dan karena terlalu kesal, ayah tak sengaja menembak ke arah jantung nya tepat saat orang itu ingin keluar dari rumah

Aku dan ibu yang kaget pun berlari keluar kamar. Hanya ada mayat orang tak dikenal itu, sementara ayah hilang entah kemana. Kemudian mendadak aku merasakan keanehan dalam tubuhku. Tubuhku terasa seperti bukan tubuhku. Aku merasa semakin ringan dan mulai sulit melihat tubuhku sendiri.... Oh tidak.... tidaaaak

Minggu, 13 April 2014

Saat pulang Sekolah



Seperti biasa aku pulang sekolah sendirian karena teman-temanku tidak ada yang searah denganku. Sesampainya di rumah, aku pun langsung masuk ke kamarku. Tak lama seseorang mengetuk pintu kamarku. Aku pun membukanya dan itu adalah abangku. Ia membawa 8 gelas plastik dan sebotol besar sprite dingin. Ia memberikannya padaku lalu berkata "Gelasnya kurang gak? Lagian lu bawa temen banyak bener"

true story

Sekolah Berhantu

Dulu saat aku kelas 8 guru agama yang mengajar di kelas ku bisa melihat hantu. Dia pun bercerita tentang keangkeran di sekolah kami di setiap kelas yang diajarkannya. Katanya sih semakin sedikit yang dia ceritakan, semakin banyak hantu di kelas itu. Untung kelasku tidak diceritakan sama sekali.

Nina Bobo

Anda biasa menyanyikan lagu "Nina Bobo" untuk anak atau adik anda ?. Tahukah anda bahwa ternyata lagu nina bobo ini menyimpan sebuah kisah yang cukup menyeramkan.
Judul lagu "Nina Bobo" diambil dari nama seorang anak blasteran Indonesia-Belanda bernama Hele nina Mustika Van Rodjnik yang lahir pada tahun 1871. Ibunya adalah orang jawa asli bernama Mustika. Sedangkan bapaknya adalah seorang kapten yang bernama Van Rodjnik.

Sejak bayi Hele Nina selalu mengalami kesulitan tidur, setiap kali hendak tidur ia selalu berontak-berontak dan menangis. Karenanya, Ibu Hele Nina, Mustika kemudian mencoba memberikan senandung-senandung kecil  untuk menenangkannya sehingga Hele Nina bisa tertidur. Tapi lama kelamaan Hele Nina malah seperti terbiasa dengan senandung tersebut. Ia tidak akan bisa tidur apabila tidak dinyanyikan lagu tersebut.

Di tahun 1875, Hele Nina menderita sakit parah. Karena sakit yang dideritanya itu Hele Nina menjadi susah tidur. Sakit Helenin berkepanjangan, setiap malam ibunya terus-terusan menyanyikan lagu "Nina Bobo" agar Hele Nina bisa tertidur. Hingga akhirnya pada tahun 1878 Hele Nina meninggal dunia. Pada saat itu ia berusia 6 tahun. Keluarga Van Rodjnik bersedih, ibunya tampak terpukul dan tidak terima dengan kepergian anaknya tersebut.

Pasca kejadian itu Mustika menjadi sering menyanyikan lagu "Nina Bobo" tersebut. Setiap malam ia menyanyikan lagu itu, bertahun-tahun lamanya. Hingga akhirnya Mustika pun meninggal dunia. Setelah Mustika meninggal Kapten Van Rodjnik pun kembali ke Belanda. Namun ia sering dihantui arwah Nina yang meminta untuk dinyanyikan


Versi lain menyebutkan bahwa Nina tidak mengalami keadaan susah tidur sejak lahir, ia baru mengalaminya saat usia anak-anak. Saat itu ia tiba-tiba mengamuk, dan sang ibu menyanyikan lagu pengantar tidur agar nina bisa tidur dengan nyenyak. Sikap aneh Nina yang suka mengamuk berkepanjangan, sampai akhirnya ayahnya pun kabur ke negara asalnya karena sudah tak tahan lagi.

Di saat-saat terakhir hidupnya, sang ibu menyanyikan lagu nina bobo itu kepadanya



Konon katanya ketika anda menyanyikan lagu ini sebagai pengantar tidur anak anda yang masih bayi, tepat ketika anda meninggalkan kamar tempat anak anda tertidur. Nina akan datang ke kamar anak anda dan membuat anak anda tetap terlelap hingga keesokan paginya.

Kemah



Beberapa hari lalu aku mengikuti Kemah bersama teman-temanku. Sudah lama sekali kami tidak berkumpul seperti ini soalnya sejak kami lulus SMA kampus kami saling berjauhan. Di malam pertama kami hanya berkumpul untuk bercerita seram, tapi di malam kedua kami memberanikan diri untuk masuk ke sebuah hutan yang tak terlalu luas. Temanku Febry terlihat sangat takut saat kami baru masuk dan akhirnya aku menyuruh Rizka untuk membawa Febry kembali ke perkemahan karena aku takut ada sesuatu yang buruk terjadi pada Febry. Dan sekarang aku adalah satu-satunya perempuan disini. Yasudahlah.

Sekitar 15 menit berlalu, aku merasa ada yang bergerak di semak-semak. Akhirnya aku dan yang lainnya mencoba mengeceknya. ternyata dibalik semak-semak itu tidak ada apapun.
"Hah, aku kaget sekali, aku kira ada hantu" kataku sambil menghela nafas
"Aku juga"
"Sudah kuduga hantu itu memang tidak ada"
"Kalian penakut banget sih, gak kayak aku"
Akhirnya kami berhasil keluar dari hutan dan menemui Febry dan Rizka di tenda. Kami pun membuat api unggun dan bernyanyi bersama dan kemudian tidur karena sudah malam.

Keesokan harinya kami berencana pulang ke rumah. Sebelum itu kami saling berbagi pengalaman saat di dalam hutan semalam. Dimulai dari febry dan Rizka yang kembali duluan, lalu aku, kemudian Doni, dan lalu Aldy. Setelah selesai Aldy bercerita kami baru menyadari kebodohan kami

Latihan Menari


Aku mendapat tugas seni tari dari guruku. Kelasku ditugaskan membuat tarian berpasangan, dan harus cewek cowok. Dan yang paling mengejutkan dia mengajakku untuk menjadi pasangan menarinya.
Mumpung hari ini hari libur, dia mengajakku untuk membuat gerakan tari bersama-sama. Kami janjian di Taman Mini di dekat danau. Lucu sekali melihat gerakannya yang kaku. Wajarlah, namanya juga laki-laki. Aku tertawa melihat nya, dan beberapa pengunjung yang kebetulan lewat menatapku dengan pandangan aneh, ah biarkan saja.

Hari itu aku bahagia bisa bersamanya, tapi aku agak risih dengan orang2 yang melihat sinis ke arah kami. Sebenarnya apa yang aneh dengan kami? ah sudahlah.

Setelah sampai di rumah, ibu menyambutku
"habis darimana?"
"latihan nari sama Firman bu"
ibu pun memeluk ku erat2. kurasakan ia mengeluarkan air mata, aku semakin bingung

Iseng


Aku bergegas karena Lisa sudah menjemputku. Malam ini kami akan belajar bersama di rumah Syifa.
"Buruan lah" tanya lisa
"Iya, udah kok, caw dah" jawabku
Kami pun berangkat ke rumah Syifa. Oh tidak aku tidak membawa ponselku. Yasudahlah. Tak sampai 5 menit kami sudah sampai di rumah Syifa. Di sana sudah ada Inggit dan Anna.
"Kalian lama banget sih" ucap Syifa
"Hehe sorri" jawabku

kami pun memulai belajar. Diawali dengan maematika, lalu fisika. ah lelahnya. Jam 10 kami pun pulang dari rumah Syifa. Sesampainya di rumah aku mengecek hp ku. ada sms dari Lisa berbunyi "Woy jadi gak ke rumah Syifa?" sms itu terkirim 20 menit sebelum Lisa datang menjemputku. hehe keterlaluan sekali aku membuat dia menunggu.

Sifat isengku muncul, mungkin karena kebanyakan baca cerita horor. Ku jawab saja "Maaf baru bales, gw gabisa ke rumah Syifa soalnya mau les" hehe kira-kira gimana ya reaksinya...
Sekitar 1 menit kemudian Lisa pun membalas
"Oh gitu gapapa kok, santai aja. Lagian tadi gak jadi kok soalnya mamanya Syifa di opname, jadi dia sekeluarga ke rumah sakit"